Panas nya suhu Politik menjelang Pilpres 2009 ini, sangat terasa. Menyaingi musim kemarau yang sedang senang berada di bumi Katulistiwa ini. Wara wiri iklan kampanye Capres yang memakan budget besar di TV, begitu juga Baliho Capres walapun dak seperti Pemilu Legislatif kemaren yang membuat jalan sesak oleh senyum senyum para Caleg yang kemudian senyum itu berubah menjadi kecut bahkan ada yang tak bisa senyum karena kalah di percaturan politik.
Pilpres putaran pertama, putaran kedua, layaknya seuah pertandingan. Adu strategi, adu taktik dilakukan oleh Capres dan Cawapres. Sudah lumrah jika sebuah iklan itu menjual yang bagus bgus dan membumi hanguskan yang jelek jelek, Begitu juga Iklan Kampanye Capres yang isinya menonjolkan kemampuan, kehebatan dan keberpihkan mereka pada rakyat.
Namun, kok dalam Kampanye Pilpres, bukan menjual program program yan bukan mengumbar janji, program yang realitis, yang pada akhirnya tidak membohongi rakyat. Bukanya merebut simpatik dan wibawa, namun slaing sindir, Capres A menyindir Capres B, begitu juga Capres C. Seperti sebuah lingkaran yang saling terurut yang membentuk sebuah simbol daur ulang ( Recyle ). Kenapa daur ulang, karen sindiran itu, hanya itu - itu saja, dan layak untuk di daur ulang.
Masih kah perlu sindir menyindir, untuk merebut tampuk Tertinggi di Negeri Indonesia Ini?
Rakyat Indonesia tidak bodoh, bisa melihat bagaimana sosok calon Pemimpin Bangsa ini untuk 5 tahun kedepan.
Oke, kita tarik kebelakang layar di balik Capres dan Cawapres kita. Bukan kah ada tim sukses yang berisikan orang orang elite, orang - orang pintar. Tolong bantu Calon Pemimpin kita dalam meramu taktik perangnya yang memiliki Harkat dan Martabat, ini loh calon pemimpin kita. Jika tidak, kita akan memonton acara sindir menyindir….. dalam kampanye Pilpres kali ini.
Mau kah kita?
Yuk Sindir Menyindir, yang disindir jangan marah….








Hehehehe… Sindir menyindir itukan salah satu taktik untuk saling menjatuhkan bang.. Lihat saja, nanti kalau setelah Pilpres yang kalah pasting akan mengorek2 semua misalnya menuduh lawannya berbuat curang, penghitungan suara tidak fair/jelas ataupun lainnya
mungkin dengan cara nyindir itu lebih mudah, lebih cepat lebih save energy, lebih punya banyak waktu dari pada cara lainya yang butuh banyak mikir hehehhe
Sindir menyindir… lama2 jadi black campaign…
Iyo tuch siemak sama si bapak nyindir ksatria terus
malam bang
pa cabar?
koq abang tahu kalau blue tuh suka nyindir nyindir gitu hehehehe……………
salam hangat selalu
yah namanya juga politik bang!
enakan berSindir di dinding sambil selonjoran…
itu bersandar ya…
klo aku gak suka yang tentang dunia politik gini. bosen, yang di omongin itu2 aja…
gak pernah bahas blog gitu ya pas debat… tau bahas kontes SEO apa kek gitu…
yaa biar aja saling sindir2 menyindir nanti juga kalo akhrnya kalah bakalan kerasa sendiri malunya .. huhuhu
mau gimana lagi…
memang baru segitu mental dan kesadaran elit politik kita…
Artikelnya bagus sekali, terimakasih.
From:
Agung Nugroho (celunk)
Semoga saja bangsa ini mendapatkan pemimpin yang adil bagi bangsanya amin..
Salah satu sindir berupa Kampanye Hitam Pilpres menurut Kompas (22/6)adalah :
MEGA-PRABOWO: Berlimpah harta, tetapi mengusung konsep ekonomi kerakyatan
SBY-BOEDIONO: Peragu dan sulit mengambil keputusan
JK-WIRANTO: Bahaya kapitalis rambut hitam
Menurut aku sih kita (maksudnya aku ‘kale ya…) sebagai pemilih, harus rasional menyikapi sindir2an itu.
Bagaiamana temen?
sindir-menyindir tanda tak mampu..
biasa, klo mw mencari hati rakyak, dengan cara mencari kelemahan org..
—-
Belom jadi pemimpin aja udah nunjukin sikap yang gak baik.
Gimana kalo jadi pemimpin ntar?
sindir menyindir? siapa yang mau menyindir saia hayuk… biar tak jadikan bahan koreksi saia pribadi (introspeksi)
yah, namanya jg tiru2 demokrasi di amrik sono
Iye tuh…. Saling sindir mah tanda nggak mampu dengan kemampuan diri sendiri…
Jadi karena merasa tidak memiliki keunggulan apapun, ya mendingan jatuhin lawan sekalian dengan menjelek - jelekkannya…
Keren bangett tuh caranya
iya ni mas…
kaya’na para capres dan cawapres malah keasyikan saling sindir dan menghina… kaya’na, malah ga ada visi misi yg jelas dr mereka saat debat kemarin, parah kan..??
salam kenal mas..
numpang keren ya mas
gak sehat lho kalo saling sindir, emang yg nyindir itu kinerjanya dah bagus????
Seumur Hidup Saya Golput… Saya Tidak Dibayar Untuk Pernyataan Golput ini, tapi bingung apa Tahun ini kembali Golput?
Apa sebaiknya usul sama KPU aja ya? biar saling sindir menyindir dimasukin ke dalam tahapan Pemilu aja
Kalo sudah saling sindir menyindir mereka gak marah tapi muka merah
Asal jangan saling sihir aja… he he he. Sebab ada yang khawatir kena sihir.
Sindir menyindir menjadi satu itulah indonesia.. hahahha
sindir menyindir alias saling menjelek jelekkan kali ya…
Numpang ngumumin sayembara ya mas, kali ada yang berminat meski dengan oleh2 sikit, n juga kali ada yang minat tukeran link, samperin aja, okei….
beginilah politik indonesia.
Yang namanya politik, untuk merebut suara, sebenernya sih sah-sah aja main sindir sana sini, asalkan ada dasarnya. toh rakyat juga ga bodoh-bodoh amat, kalau cuma bisa nyindir tapi ga ada dasarnya.. yang ada malah si tukang sindir yang jatuh imagenya