Olahraga apa ayo yang paling populer di Indonesia? Bulutangkis, benar juga. Jawaban yang sahih adalah, Sepakbola. Coba liat dan tanya siapa yang dak suka sepakbola? jawabanya mungkin berbanding 1:6. Sungguh jauh kan? namun ironisnya prestasi Sepakbola kita kurang membanggakan, bukannya maju ini alah mundur, beberapa tahun dan dekade kebelakang Prestasi Sepakbola kita sangat membanggakan, bahakan bisa menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Yang kala itu Uni Soviet di jaga oleh Si Laba Laba Hitam, Lev Yelsin. Siapa punggawa Tim Garuda, Maulwi Saelan, Ramang, Endang Witarsa, dan Ramlan Yatim. Wui ada nama ku gak jadi, baca tulisan ini. Walapun pada pertandingan ulangnya kalah 0-4.
Masih banyak generasi generasi pemain hebat kita masa lampau, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, mungkin nanti saatnya, jika ada waktu saya akan menyusun legenda legenda sepakbola Nasional, gak janji loh.
Terlalu melihat kebelakang akan membuat kita terjeembab di dalam lubang yang dalam. Masa kini, adakah prestasi sepakbola nasional? Jawaban yang paling kongkret ada, Sepakbola kita menciptakan gaya baru yangmenjatukan unsur unsur olah raga, Karate, Kung Fu, Silat, Lempar Batu, Lomba Lari, itulah yang ada di Sepakbola Nasional kita. Kapan mau maju. Jangankan Mimpi bertanding di Piala Dunia, juara Sea Games dan Piala AFF aja kita sudah nangis nangis melawan Tim Tim negara Asean.
Masak si dari 200 Juta orang tidak bisa mempunyai 18 Orang yang masuk dalam Tim Nasional yang memiliki kualitas yang mumpuni. Kalo mau jujur, sebenarnya ada, malahan banyak, kita sama dengan Brazil, yang di mana mana orang bermain bola, malah kita lebih baik fasilitasnya dari Brazil, kebanyakan di Brazil main bola di jalan jalan, di gang gang sempit. Kita? berapa banyak lapangan di Indonesia? belum lagi yang sudah di gusur Mall
.
Bedanya Brazil lebih gila dari kita, Sepakbola di Jadikan agama, gila kan?
Banyak bakat bakat muda bertebaran di Seluruh peosok negeri ini, jika PSSI mau terbuka dan turun, bisa mencari bakat bakat yang siap di asah. Namun ya, pembinaan yang kadang mengenal sanak family ( seperti di Jambi saat diriku masih di Persijam Junior, tersisih hanya karena dia masih ada sanak family dengan pengurus dan Pelatih, hebat bukan?).
Selain itu, jenjang kompetisi yang tidak teratur buat pemain pemain muda kita, membuat jam terbang mereka kurang. Syukurla ada Liga Pelajar Indonesia, semoga ini berlangsung dan berkesinambungan.
Kalo di liat pemain kita di U15 tahun kebawah itu skilnya tidak kalah dengan pemain pemain seusia mereka dari negara yang mempunyai tradisi sepakbola yang kuat. Yang membuat perbedaan adalah saat mereka menentukan jenjang karir Porfesional mereka. Maklum di Indonesia bermain bola kurang menjanjikan.
PSSI berdiam diri? tentu tidak, namun selama ini PSSI memikirkan Prestasi Istan, bukan membangun sebuah pondasi yang kokoh bagi tunas tunas muda. Dan kita sebagai pendukung Tim Nasional sama, maunya Instan.
Program Garuda Emas, Primavera, Baretti, Berlatih di Belanda sudah dilakukan, apa hasilnya? bubar jalan seiring tekanan pembubaran karena gagal di ajang tertentu. Alasannya, biaya mahal hasil tidak ada.
Semua itu butuh proses, Man Utd saja, untuk membuat mereka superior seperti sekarang mambangun pondasi yang di mulai 1992, era Giggs dan Beckham masih ingusan.
Sekarang melihat hasil Tim SAD yang berguru selama 2 tahun di Uruguay, tidak lolos Final Piala Asia U19, dengan permainan yang pantang menyerah dan tak kenal takut, rasanya harapan untuk berlaga di Piala Dunia bukan Impian, apalagi mereka bertanding di tingkatan umur yang ebih tua dari mereka, karena rata rata usia mereka 16-17 Tahun. Kalo ini samapai di bubarkan berarti yang membubarkan mereka otaknya di dengkul. Syukurlah kabar mereka akan berguru di Uruguay di lanjutkan, bahkan mereka akan berkompetisi di tingkat U21. GILA.
Seharusnya PSSI jangan hanya mengandalkan TIM SAD saja, coba buat program yang serupa, dan negara tujuannya yang sama dengan kebanyakan gaya Indonesia, yup Amerika Latin, ke Meksiko, atau Argentina, bahkan Brazil untuk tingkatan Usia yang berbeda dan Kompetisi di tingkat Usia di atas mereka, seperti SAD. Jadi kita bisa tidur dan bermimpi kita bertanding di Piala Dunia, karena banyak mutiara mutiara yang terasah.
Masalah dana? klasik dan lucu jika kita mendengar berapa juta dollar uang negara yang menguap di korupsi?
Dan jangan mengharapkan ini bisa berhasil dalam waktu satu dua tahun. Minimal ya Piala Dunia 2014 kita harus ada di sana? Semakin banyak pemain potensial semakin besar peluang lolos ke Piala Dunia.
Dan mungkin saja, pemain pemain program ini dilirik Tim Tim Eropa, jangan mengharap main di Tim Besar, main di Tim Kecil juga bagus sebelum ke jenjang lebih tinggi.
Terbangla Garudaku








yang instan itu lebih cepat pak, yang lebih cepat itu lebih baik
hemm…beneran tu Pak kalo dibubarin emang dengkulnya dijadikan otak:)
Latihan sepakbola dulu nih….
Habis itu mimpi main di piala dunia.
Kapan ya INDONESIA……
yah beginilah bola negara kita. tp sbenarnya semua warga negara hrs memberikan suport kpd timnas. jangan cm mengejek atau menjelekkan
saatnya timnas merombak seluruh pemain, jangan gonta-ganti pelatih aja
Hm ntar gue bikin TFC yang bisa mengahrumkan Tempino
yup betul saya seetuju, prestarsi harus di perjuangkan bukan sperti mie isntan atau hujan dari langit
haha, betul sekali prestasi itu harus di perjuangkan. . .ayo berjuang, jangan lemas, semangat,semangat
kita perlu berjuang dan berjuang terus, walopun sampe saat ini belum ada hasil yang memuaskan, teruslah berjuang putra-putra terbaik bangsa
Wah kata guru saya prestasi itu harganya mahal masa dibandingkan dengan mie instan mimpi kali.