Apa yang di harapkan oleh masyarakat IT Indonesia khususnya, masyarakat indonesia Umumnya, terhadap kinerja Menteri Depkominfo yang baru Tifatul Sembiring ?
Terlalu banyak yang di harapkan oleh masyarakat IT Indonesia khususnya. Banyak permasalahan IT di Indonesia yang harus di bahasa dan diselesaikan dengan baik. Mungkin rekan blogger sudah sering mendengar bahwa Indonesia adalah gudang Pembajakan Software, ya tentu, la wong tingkat kemampuan atau daya beli kita belum sanggup membeli Sofware terutama Sistem Operasi yang begitu mahal dan kadang lisensi diberikan hanya untuk satu pengguna. Benarkah daya beli masyarakat kita rendah? tidak semua jika kita liat banyak mobil mobil mewah wara wiri di jalan raya kadang ada dengan congkak nya menyerobot jalur pengendara Sepeda Motor.
Jika mobil mewah saja sanggup di beli, tentunya juga Sistem Operasi Jendela yang hanya 1/16 dari harga mobil itu sanggup di beli. Jadi masalah daya beli atau kebudayaan kita?
Terus terang kalo diriku tidak sanggup membeli Sitem Operasi dan berbagai aplikasinya, baik hanya sekedar Aplikasi maupun Aplikasi Compailer seperti Bahasa Pemrograman. Solusinya? ya beralih ke OpenSource, namun masalahnya rata rata di Indonesia perusahaan yang memakai OpenSource sangat jarang. Coba kita liat di berbagai lowongan, salah satu syaratnya, “bisa aplikasi Office” bukan bisa OpenOffice. Begitu juga dengan Sitem Operasi nya masih banyak yang menggunakan Sistem Operasi Jendela, termasuk saya, lebih senang dengan Windows, walaupun saban 3 bulan sekali selalu minta CD Ubuntu gratis. So Ubuntu hanya sesekali saya gunakan.
Daya beli , kebudayaan dan kebiasaan.
Diharapkan, Menkoinfo yang baru ini bisa mengatasi persoalan ini, dan memberikan solusi yang baik untuk bangsa ini, walau ada IGOS atau sejenisnya, namun belum secara menyeluruh di terapkan di perusahaan Besar, khususnya BUMN. Saat saya bekerja di salah satu Plat Merah di bagian Telekomunikasi, Sitem Operasi yang di gunakan hampir semua Karyawan masih Windows, walaupun menggunakan OpenOffice sebagai Aplikasi Perkantoran.
Regulasi Telekomunikasi
Beranikah Tifatul memperbaiki regulasi Telekomunikasi kita?. Dengan semakin banyaknya danpentingnya komunikasi, banyak operator baru tumbuh memberikan daya saing bagi pemain lama. Jika persaingan itu sehat maka yang diuntungkan adalah konsumen sebagai si pembeli jasa. Namun jika tidak sehat, kembali lagi konsumen yang dirugikan. Rekan blogger bisa menilai sehatkah persaingan Operator Kita?
Kasus penyunatan Quota atau Fair Usage yang di istilahkan oleh Telkomsel sangat membuat pelanggan merasa di khianati. Saat awal berlanggan Fair Usage pelanggan adalah 2GB dan kok tiba tiba di sunat. Jelas ini penipuan walaupun di surat Kontrak yang di tandatangi Pelanggan saat registrasi ada pasal yang menyebutkan. Inilah liciknya si Operator ini, memanfaatkan surat kontrak / perjanjian yang terdapat pasal yang merugikan konsumen., kok dimana mana kalo surat perjanjian itu merugikan konsumen dengan pasal pasal yang menjerat). Karena wajib di tandatangi jika kita berlangganan maka mau tidak mau pelanggan setuju.
Na beranikah menteri baru ini mengambil langkah tegas terhadap operator yang dengan gagah berani serta liciknya merugikan konsumen?
Kita nantikan Taringmu Tifatul Sembiring.








Saya nantikn juga gerakannya, jujur saja klo kita berkaca kepada tetangga sebelah (Malaysia atau Singapura), wuih……..malu, mangkel, benci. Kenapa bangsa dengan jumlah pendudukan banyak denga SDA melimpah ruah ini kalah dalam hal IT dengan mereka???
Salam hangat
semoga dengan Menteri Depkominfo yang baru bisa mengembangkan pemahaman IT di masyarakat indonesia….
dan tidak kalah dengan negara2 lain…
Kita lihat aja 100 hari ini.
tapi… targetnya 100 desa pintar, bts pake kotoran sapi dan ah… wempi lupa tuh.
jadi harapan om di atas kek nya blon disinggung 100 hari kedepan nanti, huehuehe…
Iye tuh… PEMERINTAH harus berani membuat regulasi yang jelas dalam bidang komunikasi…
kita tunggu aja gebrakannya Sob..
tp kaya’na kabinet indonesia bersatu 2 ini bnyk menteri yg ga cocok dgn keahliannya, iya kan..??
tunggu mode :on
Boleh dong ditunggu juga gebrakan lo di blog gue.. Gue berharap tarif internet turun jado speedy makin murah.. Amiin…. Gue punya rumah baru, yang lam coolap, bosan gue sama hostingnya
dengan mentri barus eharusnya banyak penyegaran untuk komunitas IT
semoga ga salah pilih pilih menteri
Ayo bapak Tifatul Sembiring, Indonesia mendukungmu!!!
Lanjut terus sob…
Ditunggu posting selanjutnya ya!
Jangan lupa kunjungan balik n kasi komen juga ya.
Kita tunggu aja…
salam blogwalking Sob..
mohon ijin, blognya akan saya masukkan dalam daftar blog dofollow update November 2009.
semoga bermanfaat untuk menambah traffic Sob.
Salam sukses selalu
semoga sukses dan jaya membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik
liat aj ntr, bisa sukses g negara ini
Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
http://kombes.Com
nice post…lets see what will happen..hope better
Pak Tifatul, sama seperti orang PKS lainnya, mengecewakan! Baru punya kuasa dikit, udah blokir blogspot. Lama-lama kita bakal balik lagi ke jamannya Suharto, atau lebih parah lagi kyk Cina dan Singapura.
ini link beritanya:
http://id.news.yahoo.com/tmpo/20091123/tid-depkominfo-blokir-blogspot-di-first-5c898dc.html
udah lewat 100 hari kejanya, tapi sepertinya belum ada gebrakan yang berarti neh