Kalau tidak baca berita di situs berita kesayanganku, waduh kayak wanita aja di sayang sayang. Baru tahu kalo harga Elpiji naik, kemana aja bung selama ni?Bukan gitu rekan blogger, Alhamdulillah, selama ini kan saya menikmati fasilitas yang serba gratis, jadi kalo kenaikan listrik, air dan gas , saya malah gak tahu.
Seharusnya, harga Elpiji tidak naik jika Pertamina berani menagih hutang / menagih utangnya ke BUMN atau Instansi Pemerintah, PLN, GARUDA, dan TNI.
Ini saya kutip dari artikel / berita ini. Harga Elpiji yang mengalami kenaikan antara lain, tabung 6 Kg, 12 Kg dan kemasan 50 Kg.
Kenaikan harga Elpiji, sangat di rasa berat bagi masyarakat menengah kebawa, apalagi, masyarakat menengah ke atas juga ikut ikutan memakai Elpiji 3 Kg yang diperuntukan bagi masyarakat kebanyakan.
Konversi Minyak Tanah ke Gas seharusnya bisa memberikan solusi yang baik bagi masyarakat kita yang terbiasa dengan Minyak Tanah. Namun jika kenaikan Elpiji ini dapat membuat trigger / memicu masyarakat yang ekonominya mampu beralih ke tabung 3 Kg yang masih bersubsidi, lalu masyarakat yang kurang Mampu Ekonominya, beralih kemana?
Sebaiknya masyarakat yang mampu bijak dalam penggunaan dan tahu tabung mana yang seharusnya di pakai, walapun dirasa semakin berat biaya yang dikeluarkan untuk masak memasak ini. Bisa jadi rekan blogger akan terkejut ketika menikmati sajian favorite anda di rumah makan favorite anda dengan harga yang juga ikut naik.
Mungkin satu kesimpulan dari kenaikan harga Epiji ini, “Biarkan perusahan besar Berhutang tapi jangan Rakyat yang berhutang, karena rakyat adalah komoditi?” Bukan begitu Pertamina?
Semoga bukan itu jawabanya.
Satu pertanyaan yang berputar di otakku, kapan ya, pemerintah menggalakan penggunaan Kompor Surya yang gak perlu lagi bahan bakar, setahu saya Masyarakat Indonesia / orang Indonesia sudah ada yang bisa membuat Kompor Surya, walapun ukurannya besar. Jika cermat, teknologi ini bisa di aplikasikan ke masyarakat kita. Mungkin bisa di buat dalam bentuk Kompor Surya Portable. Tentunya ini butuh biaya untuk meriset dan menerapkannya. Sehingga nantinya Kompor Surya ini, bisa terjangkau oleh seluruh lapisan Masyarakat Indonesia.
Atau dengan mengembangkan Biogas, bagi masyarakat di pedesaan yang memiliki Ternak, ini solusi yang baik untuk mengatasi semakin mahalnya biaya Gas.








energi alternatif harus mempertimbangkan efeknya ke lingkungan.
naik lagi naik lagi…
Benar, dengan kenaikan harga Elpiji ini, dirasa semakin menyusahkan masyarakat terutama yang tidak mampu.
Memang di zaman yang semakin maju ini saya rasa sangat dibutuhkan sumbangan-sumbangan berupa ide-ide, pemikiran yang handal, terobosan baru, dan kerelaan hati untuk mencoba mewujudkannya dan berbagi dengan yang lain, demi bangsa kita.
Semoga pemerintah tidak hanya berdiam melihat keterpurukan masyarakat dengan sistem perekonomian yang terus melemah, melainkan selalu berusaha menemukan solusi perekonomian yang tepat di setiap situasi.
Bio gas tuh cukup potensial loh untuk di kembangin… Kalau terakomodir dengan baik aja… sehingga seluruh masyarakat menengah kebawah bisa memanfaatkan potensi ini…
Wah… ini benar - benar terobosan yang sangat lumayan untuk mengurangi PROFIT Pertamina di sektor gas loh…
Rakyat tambah susah aja
Ironis…
Seperti tikus mati di lumbung padi…
Sebanarnya Konversi Minyak Tanah ke Gas itu cukup bagus tapi kalu pemerintah gak serius tidak ada gunanya juga
Harga Elpiji Naek
Harga minat Pembelieli Elpiji juga harus turun
kemarin rakyat pake minyak tanah suruh ganti pake elpiji
sekarang sudah pada pake elpiji harganya naik…jadi kita harus bagaimana