Kita tarik yuk waktunya ke depan beberapa bulan setelah Pemilu 2009 yang ( semoga seperti yang di harapkan dengan slogan ) Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Sekelompok yang bernama Golongan Putih atau istilah kerenya Golput menanggapi kinerja pemerintahan yang baru terpilih. Semuanya menurut golongan ini, pemerintahan yang baru terpilh kinerja nya buruk. Bla bla bla mereka mengkritik sampai mulut mereka berbusa busa karena semangat nya.
Loh, gak milih kok masih kritis? emangnya sampeyan memberikan suara kalian untuk pemilu kemaren, dan memberikan suara untuk terpilihnya pemimpin di pemerintahan sekarang? Kok bisa bisanya hanya ngomel dan ngomel, mengkritik dan mengkritik. Apa kerjanya hanya bisa mengkritik sampeyan ini. Dimana sampeyan waktu pemilihan umum? maen gaplek? Kok berani beraninya berkomentar tentang pemerintahan sekarang.
Habis, mau milih kok merasa, gak ada yang pantas dipilih,palng paling sesudah terpilih, lupa sama rakyat, tidur pas rapat dan bangun jika mendengar medapat fasilitas yang gede, terus masih bilang tu terlalu kecil.
Tidak semua, yang begitu, mas…setidaknya masih ada pemimpind an wakil di sana yang punya hati nurani, walau rasio persentase nya kecil banget.
Na, makanya gunakan la suara anda, dalam pemilu nanti, walapun suara anda itu kecil, namun jika digabungkan dengan jutaan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih, akan terasa besar untukperubahan Negeri yang sedang sakit ini. Namun jangan jual suara anda dalam bentuk apapun…
Sukseskan Pemilu dengan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 dan tidak untuk Golput. Karena golput itu bukan pilihan, masak bodoh dengan fatwa yang menyatakan Golput itu haram, yang jelas Golput Bukan Pilihan








Kalau Saya sih lebih baik proses pemilihan kepala daerah atau yang lainnya dengan sistem delegasi oleh yang menjabat sekarang kepada orang yang dia nilai jujur dan memiliki kompetensi. Itu akan lebih menghemat anggaran pemerintah yang lebih bagus dipakai untuk membangun dan membantu orang yang membutuhkan. Daripada hanya berhamburan engga ketahuan kemana rimbanya.
Iya, saya juga lebih suka pada sistem yang dulu. Sistem yang sekarang sangat..sangat menghamburkan uang. Coba itung2 deh, udah berapa SD dan tempat kesehatan yang bisa dibangun dengan biaya kampanye tersebut
Saya sih setuju dengan penggunaan hak pilih. Walaupun persentasenya kecil, percayalah, orang2 yg masih mempunyai hati nurani masih banyak. Mungkin kita sebagai rakyat harus lebih banyak bersabar.Namanya juga ikhtiar, daripada tidak sama sekali ?
ya setuju sekali… setidaknya kita harus punya rasa kepedulian, minimal dengan memilih dengan pilihan yang tepat
belom tau dikasih jatah milih apa enggak…
ada award mas…
Kalo ambo mencalonkan mau pilih ambo ndak?
Yang lebih menyedihkan mereka menggunakan dalih agama untuk golput:
Lha nggak ada pilihan yang bagus e. Jadinya ya Gol Put yang paling aman. Nontok Politik koq tambah amburadul males aku nguwasi
Rugi banget gw rasanya bayar pajak untuk nge-gaji mereka yang kerjanya hanya duduk - duduk saja, jalan sana jalan sini yang nggak jelas dengan alasan studi banding lah, bahkan dalam satu bulan, paling nggak sampai 10 hari mereka - mereka itu bisa ditemui di ruang Dewan..
Gaji mau gede…. Enak aja….!!!
Nanti aja………. pas pemilu Presiden baru saya mau gunakan hak suara saya…
Legislatif… hmm… Dewan…. Pajak Gw untuk bayar dewan??? Ooh Nooo… gak mau gak mau gak mau…
sya blom tau mo milih atau g’
Mau nggak mau saya harus golput…! Kalaupun harus milih berarti saya harus mudik dulu dong…?
Sooo…. Mending golput aja. Saya serahkan masa depan bangsa Indonesia ini ke tangan pihak yang berwajib ***untuk nyontreng
tapi kan dengna golput, dia sudah memilih baha dia golput?
klo saya sih ad fatwa apa engga’, saya tetap milih untuk negara Indonesia
lah kalo gak golput, mau milih apa atau siapa, mas?
tolonglah dulu kami kaum buta politik yang *mungkin* bakal memilih jadi golput ini…
awak blom tau ntah dapat milih pa ga’ lae..
susah juga cari caleg yang ok punya. ….. Aq aja x ya….? he…3x
No koment dulu ah.. pusing lihat janji muluk2 para caleg kita. Belum ada yang sreg… entah nanti.
setuju…
golput memang bukan pilhan, tapi bukan berarti golput haram…
ayo kita memilih untuk sukseskan pemilu 2009.
Comment puis-je dire?
golput itu bukan pilihan..
golput itu pantangan….
Yang penting milih dan jangan golput. Walaupun sekarang bingung milih karena kebanyakan caleg
kalo yang mau dipilih menurut pilihan saya tidak ada yang bagus (untuk dapil saya) bagaimana? apa harus pilih yang terbaik dari yang jelek yang artinya sama saja jelek? kalau yang saya pilih korupsi atau melakukan tindakan apapun yang merugikan negara berarti saya termasuk yang bertanggung jawab karena saya termasuk orang yang memilih? nah lho
yang penting jangan biarkan aspirasi suara kita hilang begitu saja…pilih dengan niat…
Artikelnya bagus dan menarik uyy..
hehehe..
ngomng2 silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan berkomentar ria ya, soalnya BLOG HEBOH make sistem Dofollow
Oh iyah satu lagi gabung jadi pengikut saya yah..
Di tunggu yah kedatangannya,.
Golput memang bukan pilihan, tapi karena tidak ada pilihan hati.
sekedar berbagi cerita
sudah lama aku tak berkunjung ke kaplingan anda
salm dari sesama blogger
silaturahmi menambah teman….salam dari yogyakarta
ya udah.. buktiin aja coba,,
bisa gak sampean itu bener-bener bikin rakyat indonesia makmur sentosa.
jadi pemilu yang akan datang rakyat banyak yang ga golput..
oche??!
Hidup Golput….!!!!
Rakyat gak akan golput lagi kalau udah ada buktinya,,
bukannya rakyat dulu udah ngasih kesempatan buat perubahan sikap pemerintah? tapi sama aja,, jadi wajar banyak yang golput..
sekarang kayaknya gak bisa deh ngelarang rakyat biar gak golput,,
ya,, tau sendirilah gimana komentar mereka, termasuk saya,, sakit banget..
sepengetahuan saya, siapa pun yang sudah mengenal indahnya hidup gak mau lagi balik ke belakang. apalagi kalau sudah masuk ke peraturan yang nambah menikmati indahnya dunia..
meskipun sampeyan punya hati nurani yang besar sekalipun tapi masih setuju dengan sistem pemerintahan yang gak jelas seperti sekarang ini ya sami mawon mau sampai kapan pun gak akan pernah bisa bikin rakyat sejahtera..
makannya ganti dunx sistemnnya, ganti hukumnya pake hukum Allah yang jelas Pencipta kita dan gak mungkin mendzalimi Makhluknya..
baru pasti banyak yang milih,, kalo pluralisme, siapapun yang dijelasin hukum di Islam pasti gak akan menolak, pastur aja ada yang seuju..
Klo golput mah itu pilihan bos..
golput adalah hak semua orang..
klo dipaksa untuk milih..
mending saya contreng semuaaaa.:))
ikut contreng juga nih,tapi masih bingung pilih apa.
hidup golput, eh salah… hidup non golput
Fakta mengejutkan (entah pemerintah udah tau belon ya ? )
Beberapa hari yang lalu saya baca sebuah koran harian lokal(Kaltim post) bahwa tiket penerbangan dari ke luar negeri dan dalam negeri pada tanggal 9 banyak yang booking. Bahkan untuk tujuan luar negeri tanggal 9 sudah habis terjual.
Demikian juga hotel hotel ditempat wisata tanggal 9 sudah banyak yang booking. Jadwal travel di berbagai kotapun sudah padat.
Sekedar info, pemilu tanggal 9 jatuh pada hari kamis, besoknya hari jumat (nanggung), sabtu dan minggu LIBUR. Jadi Total libur adalah 4 hari.
Ada apa ini ? Apakah mereka yang itu bepergian sesudah mencoblos atau nggak ?. Satu lagi, rupanya kesadaran warga negara untuk mencoblos sangat rendah alias nggak peduli dengan pemilu…
Weleh..weleh..weleh…
Setuju, jangan biar hak kita hilang begitu saja
Golput gak akan berpengaruh ya mas?
Saya setuju bahwa Golput bukan pilihan pada dirinya sendiri… ia hanya istilah untuk tidak ada di pihak manapun; ini realitas politik, sesuatu yang mungkin terjadi dalam dunia politik; bahwa kemudian ada yang memilih Golput, sah- sah saja; terbukti pemilu 2009 ini, Golput naik drastis…;
golput? kalo menurut saya itu si hak mereka mas, privaci mereka. mungkin itu luapan kekecewaan mendalam mereka pada para tikus birokrasi, yang membuat mereka takut menyesal bila memilih nantinya, eeeiit tapi bukan berarti saya golput lho mas!! saya hanya kurang sependapat aja dengan fatwa golput haram..!selebihnya salam kenal mas! trims buat referensinya.
Iya sepertinya gara2 carut marut politik yang seperti ini sehingga masyarakat sudah apriori terhadap politik
Golput emang jamannya sekarang
Memang berat jika kita harus memilih orang yang tdk kita inginkan, ujung2nya ya golput. Tapi semua kan demi kepentingan bersama. pilih saja yg terbaik
mending milih aja daripada golput,,cari tw selengkap nya org yg akan dipilih pasti ada salah satu yg kita sreg..
kalau memang ga ada pilihan???
Hot news today