Jika terlintas sebuah kata Nyogan dibenak para Blogger sekalian, apakah Nyogan itu? Apa nama makanan, atau apalah yang secara reflek blogger menjawab. Ada pula yang menjawab, tau ah gelap. Sebenarnya Nyogan adalah sebuah kampung kecil dulunya, tempat berdiamnya Suku Anak Dalam. Kampung ini terletak di Kelurahan Tempino dan Kecamatan Mestong, Kab Muaro Jambi. Letaknya 16 Km masuk ke pedalaman dari Tempino.
Sekarang Nyogan menjadi daerah lintas, jika menuju ke Sungai Bahar ( Lokasi Transmigrasi ). Kita bisa menghemat waktu sekitar 1 jam perjalanan jika kita melalui Nyogan. karena sudah ada Jembatan yang membelah sunga yang bernama Nyogan juga.
Saya tidak akan berbicara, tentang dampak atau pengaruh dari dibukanya jalur lalu lintas yang menghubungkan Nyogan dengan Sungai Bahar. Tapi, akan berbicara tentang kenapa Nyogan?
Sebelum semua di atas yang merubah kehidupan Suku Anak Dalam, saat aku masih kecil, kira - kira SD kelas 4, aku sering di ajak oleh ayahku memancing ikan di Nyogan. Masih teringat di memori ku yang hanya berkapasitas I GB (Â
), Suku Anak Dalam belum mengenal yang namanya Uang sebagai alat penukar, yang mereka kenal adalah barter. Jadi jika aku dan ayahku memancing, dan menggunakan perahu mereka, membayarnya cukup dengan memberikan rokok atau pemberat untk mancing. Sekarang, kita menyewa perahu mereka saja, dipatok menjadi Rp. 20000,- per perahu / hari. Suatu kemajuan yang signifikan, selain mereka juga sudah memiliki rumah,sudah mengenal yang namanya motor.
Gambaran di atas, juga terjadi dengan sungai Nyogan nya dimana saat dulu memancing, aku merasa senang, karena kita memancingnya di atas perahu, menyusuri ke pedalaman sungai, yang banyak pandan berduri yang tumbuh besar dan subur di sungai, serta pohon - pohon besar, waapun Ilegal Logging sudah ada, dengan seringnya aku melihat gelondong kayu di pinggir sungai.Saat itu, memancing ika juga mudah, ikan masih banyak, Udang masih banyak, sekarang? saya tidak tahu, karena sejak hijrah ke Jogjakarta untuk kuliah sampai balik lagi, saya belum pernah mencoba memancing lagi.
Pernah suatu saat saya bersama seorang blogger Jambi juga mensurvey ke sungai Nyogan untuk memulai memancing di sana. Dan dia sangat tertarik untuk memancing Ikan di Sini
Nyogan. walaupun pedalaman namun Sungai Nya memberikan kenikmatan kita dalam memancing Ikan. jadi gak sabar ni kapan bisa mancing ke sini lagi
You can follow any responses of Nyogan Tradisional Eksotis
by through RSS 2.0 feed.
You can leave a comment if you like this post. So i will appreciate if you give the comment, or trackback from your own site.
^_^ Wah… jadi pengen pergi muket ikan nih ….
bisa nggak ya di sana?
jangan sensei nanti ikannya habis
tradisional sekaleee
yup
tambahin fotonya sekalian pak
ok
wah seru tu mancing, ajak ajak aku dong pak de kalo mancing
palagi masih alami gitu lingkungannya:D mau bangeeett
jauh lae mo ngajak lae..hars ke medan dulu
ajak aku ya lae, klo mo mancing.
auh lae..lae kan di sibolga ya
weh tapi kalo kelamaan hidup disana pasti pada nggak mau
iya sih..tapi kalo untuk sekedar mancing di sana bisa
eh.. sdah tau yg namanya uang, skrang malah sdah bs make motor.. semoga mereka jg akan bs ngeblog kyk kita….
salam kenal mas…
semoga…dan salam kenal kembali
Saya jadi rindu dgn Biak, di sana juga suasananya so natural. Bener2 eksotis dan kaya akan kekayaan laut.
kampung halaman selalu merindukan untuk ita pulang
jadi pengen mancing.. tp enakan mancing cewek… he..he..
kalo mancing cewek umpannya mahal bro
Nyogan itu nama senam yang asalnya dari india ya om?
itu yoga bos
Sayang Nggak ada Fotonya …. Kalau saya Dulu suka Mancing di Sungai Belakang Rumah Saya, Tapi Sungainya Sekarang Udah Jadi Hancur….. Ah ..
lagi di usahakan bro.. kok bisa hancur sungainya
Berapa kilo dari jambi tempatnya nih? Jadi NYOGAN ini nama salah satu tempat di Jambi Ya…? bisa camping juga pasti. tapi tempatnya nggak keliatran banget pak? Btw Bloggerjambinya siapa tuh mas? Kalau jadi ini cerita bisa dalam bentuk ekpedisi nih…wiiiiih pasti seru. ditunggu cerita mancingnya deh mas.
hitung aja sendiri pakde..berapa jam kita menempuhnya…ok
i see… I see
Emang asyik mancing dinyogan,,,,
Bisa naek ketek….
Win besok datang yo ke gramedia…
insya allah bos aku datang
nyogan? kirain td sejenis dogan hahaha….dan ternyata…negeri yang indah….
mbak dona bisa aja…..kapan balik dari bungo?
suasananya gmna mas? Pasti enak deh klo mncing dsana.. Hahh.. dah lma gak mncing..
suasana nya tenang, sungainya airnya hitam…banyak pandan duri yang tumbuh di sungai - sungai
andai aku punya banyak uang…
pengen jg sekali2 berpetualang ke Nyogan, pasti seru!!
semoga…bisa mancing di sana, cuma takutnya kecewa ntar, gak seperti yang di harapan
![]()
Hwaa. udah ada Fotonya ….
@ thevemo : Sungainya Hancur karena Batu Kalinya Ditambangi Terus ..
wah serakahnya si penggali pasir itu..sampai sungai jad korban
kok nggak ada fotonya yang lagi mancing????
suku anak dalam, aku sering liat di acara TV
maaf mbak..gak ada….Suku Anak dalam memang sering muncul di TV, lagian ada yang memanfaatkan mereka sebagai bahan mencari uang…Jadi Exploitasi ke Primitif pan mereka. Padahan kan, mereka juga gak primitif amat, gak bodh amat, gak terbelakang amat. Cuma doktrin yang sudah melekat di pikiran masyarakat kita, yang menganggap mereka primitif ( emang mereka manusia gua apa?)
baru mbaca aja sudah terasa suasananya, gmn kl berkunjung langsung yah ..
wah perahunya sama dengan yang punya pa de ya?hehe
Nov 18, 2008 - 5:05 pm »
Posted from