Ada suatu hal yang lazim terjadi setiap habis Hari Raya Lebaran. Yakni eksodus penduduk dari daerah ke Jakarta. Ya boleh dibilang Urbanisasi. Apa sih Urbanisasi, yang diartikan dengan seenaknya oleh pemilik blog ini, “eksodus penduduk daerah, desa ke Kota, yakni misalkan Jakarta“.
Kenapa Jakarta selalu menjadi tujuan meraih impian, bahwa Jakarta mudah mencari kerja. Salahkah kaum Urban itu untuk sekedar bermimpi bahwa dengan ke Jakarta bisa berubah hidupnya?
Sebelum menangkapi dan menyuruh mereka pulang ke kampung halamannya, seharusnya yang menangkapi mengerti, bahwa mereka juga ada hak untuk mendapatkan mimpinya. Ya setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak.
Persepsi yang salah oleh sebagian orang, bahwa Jakarta adalah segalanya, adalah tempat yang mudah mencari pekerjaan, tempat kita bisa merubah nasib. Ada yang berhasil memang, Kaum Urban yang berhasil menaklukan kota Jakarta, namun banyak juga yang gagal, dan menjadi seorang kriminal.
Kegagalan pemerintah daerah asal mereka, untuk lebih memberdayakan pembangunan, di daerah, desa mereka. Mejadikan Jakarta sebagai pelarian untuk mengubah hidup, mencari pekerjaan. Bukan memberdayakan potensi di daerah mereka.
Namun, Kaum Urban juga memiliki peran penting dalam pembangunan, kemajuan, dan keberhasilan Kota yang mereka datangi.
Jangan salahkan Kaum Urban selama, masalah pengangguran, kehidupan yang layak belum dapat terselesaikan.
You can follow any responses of Urban Quotes
by through RSS 2.0 feed.
You can leave a comment if you like this post. So i will appreciate if you give the comment, or trackback from your own site.
saya dulu pernah mengalami, susahnya mencari kerja dijakarta.. karena sempitnya lowongan kerja
memang susah..makanya saya gak tertarik ke Jakarta, walapun dapat panggilan wawancara
kenapa urban selalu berwarna putih ya??? *lagi goblog*
lagi goblok juga..jadi gak tau jawabannya heheh
ya gitulah… lampu2 yang gemerlap akan menarik laron2… sebenernya, smua kan berawal dari niat merubah nasib, ya asal ga gampang nyerah yaaah….
benar..jangan gampang menyerah…
satujuh…
kok main tangkep aja..
siapa yang mau jauh dari sanak family kalo emang hidup terjamin..
betul kan kisanak..?
* kok kayak drama radio pake kata kisanak..
benar kisanak..drama Brama Kumbara ya
itu akibat dari pembangunan yang g merata kali
pembangunan hanya berorientasi di pusat saja.
akbat blum mratanya keadilan… Bnyk orng2 luar jkrta yg mndngar bhwa jkrta itu sprti ini, sprti itu… Mreka trtarik untk mngais nfkah di jkt. Akhirx ya sprti yg sring qt lhat saat arus balik, byk pndtang baru…
Jakarta selalu menarik mina orang untuk datang..namun saya tidak tertarik ke Jakarta….bagaimana kota besar lainnya seperti Surabaya ya
inilah tugas kita bersama sebagai masyarakat yang baik.. pengangguran akan hilang ketika lapangan pekerjaan tersedia dengan cukup… yuk mari menciptakan lapangan pekerjaan.. mulai dari diri sendiri dulu…… n yang terpenting jangan tergiur kemewahan di kota yang hanya semu dan menipu mata itu….. di desa pun kita bisa bangkit……
benar..menciptakan lapangan kerja..dimulai untuk diri sendiri dulu
dan makin sumpek lah kota ini… hiks… macet tiap hari
gak kebayangkan warga Jakarta menghabiskan separuh sisa umurnya di jalan. karena macet
tapi banyak positifnya ato negatifnya broth ???
imbang la bro…sisi +nya..siapa yang menjadi kuli membuat bangunan di Jakarta?
ya begitulah
entah kemana gembar gembor otonomi daerah ituh
dimulai dari kita aja
kalok saya terdampar di sini jg krn kerjaan
kekekek kenapa g di pisah aja yak ibukota ama pusat industri, pusat pemerintahan, biar ndak tumpek blek di yaharta
otonomi daerah biasanya melahirkan raja2 kecil yang berkuasa…cebong kan punya skill…
Kebetulan aku bukan bagian dari komunitas yang suka menyalahkan pemerintah atau lainnya untuk sesuatu ‘hal’ yang tidak berjalan dengan semestinya nih khususnya didaerah kita..
Kalo’ mau kesel sih… saya sebagai warga Pulau Bangka ini… paling kesel ma pemerintah daerah yang benar-benar membebaskan penambangan liar disekitar perairan Pulau Bangka, syukur kl yang nambang dan merasakan hasilnya itu orang bangka… ini malah orang luar semua…. Bangka cuma dapet sisa pantai yang rusak berat…
tapi untuk soal Kesempatan Kerja , kota besar bukan jawaban deh… kesemptan mah banyak, pinter - pinter lihat peluang di sekitar kita aja deh… Ya nggak sensei…
bener sensei…
He he… dasar tidak konsisen… padahal baru aja gw bilang kl gw bukan bagian komunitas yang suka menyalahkan…
Eh taunya… malah sangat sangat sangat menyalahkan…
:p dasar sensei ni
duh aku mah malah bingung.. hihihi..
tapi klo semua berubah jadi kota jakarta apa mau?
otonomi bagus juga.. tapi klo ujung” nya rusakin kepulauan?? gimana??
skarang aja masalah hutan ngga kelar” hihihi…
bukan semuanya jadi Kota kayak Jakarta..cuma sebaiknya..pembangunan itu adil..gak di pusat melulu
jkt slalu menjadi daya tarik krn emang pesonanya yg diliat dr tipi2 ama sinetron, pdhl sih gak secakep gitu
setuju..impian dan kenyataan kadangkala bertolak belakang
Yang penting kan uang apapun yang terjadi ya.. dihadapin
wong itu urusan perut kok..
bukan sebatas urusan perut kok…banyak masalah sosial yang bisa terjadi..
Klik Adsense nya dunk….
dilarang tu klik adsense sendiri..mo di pcat mbah gugel
kl nampilin fotoku gmn
masuk ke gravatar.com..trus daftar..ntar yang di identifikasi tu alamat email kamu yang di daftarkan di gravar.. dengan hash md5.
terkadang bukan itu alasannya.
ketika rise level misalkan, ato memang tuntutan tugas kalo buat yang bekerja, tapi untuk pengangguran, pengangguran yang gimana dulu menurut kamu..? pemulung itu omsetnya bisa lebih dari pekerja normal lho.. karena dunia ini selalu relatif mba..
yang ku tulis kan bukan urban karena tugas..baca donk. pendatang baru. Pemulung di bilang pengangguran, berarti definisi pengangguran apa? dan bukan pengangguran apa?
kenapa ya?? aku juga bingung sich
sama bingung nya
Jakarta bagi saya selalu menyebalkan
macet..dan banjir…sama saya gak suka lama-lama di Jakarta, paling cuma transit..( mod sok sibuk on)
perdayakan budaya ngeblog aja. biar gk perlu kejakarta juga yg penting online hehe. kl pemerintah daerah ada yang mencanangkan tahun gerakan ngeblog. mengeblogkkan rakyat dan merakyatkan ngeblog. trus pemerintah membangun infrastruktur untuk mengonlinekan tiap rumah warga. bisa2 gk perlu jadi TKI untuk menghasilkan devisa, cukup ngeblog dari rumah masing2 aja haha.
untuk memperdayaan blog menjadi sumber devisa masih jauh bro..sekarang aja ada berbgaai macam yang menjual mimpi di bisnis blog…bagaimana jika semuanya ngeblog dan menjadikan blog sebagai mata pencarian….akan semakin banyak tuh adsense itam yang memanfaatkannya….semakin bertambah tu ebook yang harus dibeli dengan mahal tapi isinya sampah..menjual mimpi….TKI itu pahlawan devisa bro…
yuhhhh knapa!!! aku juga tak tau
tanya kenapa
klo setau saya sih, kenapa banyak org kampung pengen ke jkt, karena sebagian besar tetangganya yg merantau ke jkt, kalau pulang selalu berusaha menunjukkan bahwa mereka sukses di jkt. padahal sih blum tentu, biaya untuk mudik (plus bergaya2 di kampung) bisa jadi cuman hasil minjem atau malah ngerampok.
jadi menurut aku, urbanisasi itu lebih pada masalah ‘mental’ masyarakat itu sendiri. selama mental ‘latah’ masih dipelihara dengan baik, ya mau sehebat apapun pemerintahnya tetep aja bakal kayak gitu.
ya latah..tapi ada juga loh yang diajak tetangga yang meang sukses.. untuk bantu dagangannyam kalo yang ini, ya gpp, yang jelas di a sudah ada tujuan dan jaminan pekeraan
saya gak kepikiran buat jadi pendatang ke Jakarta, tapi kalo sekedar ntuk liburan masih oke
lbih pengen stay di bandung or jogja
bandung dan jogja emang asyik..cumasaya lom pernah ke bandung
Kata Paul Krugman, yang barusan menang nobel kemarin, itu sesuai dengan teori mengenai geographic economy.
Model yang disebut core-periphery model ini menggambarkan lingkaran tak berujung, ketika suatu wilayah berpenduduk lebih banyak dari wilayah lain, maka upah pekerja riil di sana lebih tinggi, karena tercapainya economies of scale oleh produsen di wilayah itu. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut meningkat, yang mengundang masyarakat (konsumen) berpindah ke wilayah tersebut. Maka tingkat upah dan produksi makin tinggi di wilayah itu, yang makin mengundang masyarakat datang ke tempat tersebut.
Nah lo. Ilmiah kan.
benar…cuma bisa kah membuat Jakarta kedua, ketiga, keempat
hmm sudut pandang yg bagus memandang masalah kemiskinan tapi coba ihat juga dari kacamata penguasa. Dan perhatikan baik baik, seandainya mereka tidak bekerja dan memerintah dan menangkapi kaum urban, butuh berapa lama sebelum masyarakat menjadi anarki hehehe sy rasa 10 detik orang sudah pada menjarah kayak tahun 1998. alah sori yah sy nyampah
masalah 1998 kan masalah etnis dan waktu itu keadaan politik dan keamanan Jakarta sedang hot hotnya…beda sama masalah soasial yang satu ini
Oct 18, 2008 - 2:37 pm »
Posted from